Akhir-akhir ini, wilayah Jakarta dan sekitarnya dilanda bencana banjir. Momen tahun baru yang biasanya dirayakan dengan sukacita, kini berubah menjadi duka lara. Banjir membuat aktivitas warga terhambat, melumpuhkan roda perekonomian, dan membawa bibit-bibit penyakit.

Berbicara tentang banjir, tahukah kamu siapa tokoh yang memiliki peran penting dalam urusan banjir di Jakarta?

Baca Juga: Bagaimana Pandangan Warga Jakarta mengenai Banjir?

Namanya adalah Hendrik van Breen. Dia adalah salah satu orang penting yang turut membangun dan merancang Bendungan Katulampa, Bogor, dan kanal di sekitar Jakarta.

Sipakah Hendrik van Breen sebenarnya? Namanya mungkin jarang didengar, apalagi jika dibandingkan dengan nama-nama tersohor seperti Van den Bosch dan Herman Willem Daendels. Namun Hendrik van Breen memiliki peranan yang tidak bisa dilupakan terutama dalam urusan banjir Jakarta.

Hendrik van Breen lahir di Amsterdam pada tanggal 28 Mei 1881. Ia menempuh pendidikan di HBS di kota Den Haag, lalu ia melanjutkan ke Polytechnische School te Delft (universitas Teknik Delft). Ia lulus dari Delft pada bulan Juni 1904 dengan gelar insinyur sipil Deflt / Delftsche Civiel Ingenieur.

Setelah lulus, Hendrik van Breen lalu ditugaskan sebagi insinyur di Dienst van den Waterstaat en ‘s Lands Burgerlijke Openbare Werken (BOW) Hindia Belanda. Ia ditempatkan di Bureau van den Ched der 5e Waterstaatafdeeling atau Kantor Kepala Pengairan Bagian 5 di kota Jember pada bulan Mei 1905.

Karier Hendrik semakin meroket seiring berjalannya waktu. Pada bulan Januari 1911, ia diangkat menjadi Kepala Kantor Pengairan Bagian 1 di Batavia. Selain itu, ia juga memiliki jabatan di Ingenieur der Gouvernements Waterleidingen, yang merupakan semacam PDAM di Batavia.

Kiprah Hendrik van Breen tidak hanya terbatas pada bidang pengairan. Pada bulan November 1913 ia diangkat sebagai anggota Gezondheidcommisie voor de hoofdplaats Batavia atau Komisi Kesehatan Lingkungan Kota Batavia. Selain itu, ia juga memiliki title sebagai Waarnemend Burgemeester atau penjabat wali kota di Batavia.

Salah satu peran Hendrik dalam menangani banjir Jakarta adalah ia turut merancang Bendungan Katulampa. Sebenarnya ia bukan perancang utama. Namun ia turut berperan dalam renovasi bendungan Katulampa. Menurut Restu Gunawan dalam bukunya Gagalnya Sistem Kanal : Pengendalian Banjir Jakarta Dari Masa Ke Masa, pada saat itu terjadi kerusakan yang cukup hebat pada Bendungan Katulampa karena penggundulan hutan di pedalaman sehingga arus air yang masuk semakin deras.

Akhirnya BOW pun mengajukan biaya pembangunan kepada pemerintah Hindia Belanda pada 10 April 1911, dan disetujui lusa tanggal 13 April 1911. Biayanya sebesar 66.090 gulden berupa uang dan 150 gulden berupa barang. Di atas bendungan dibangun jembatan. Bendungan Katulampa memiliki peranan penting untuk mencegah banjir di Jakarta.

Selain Bendungan Katulampa, peran Hendrik van Breen lainnya yang tak kalah penting adalah Kanal Banjir Jakarta. Inti konsep Kanal Banjir adalah mengendalikan aliran air dari hulu sungai dengan mengatur volume air yang masuk ke kota Jakarta dan akan membuat beban sungai di utara saluran kolektif lebih terkendali. Kanal Banjir Jakarta digagas setelah banjir melanda Jakarta lagi pada 1918. Hendrik van Breen ditunjuk menjadi Ketua Tim Penyusun Rencana Pencegahan Banjir. Dari sini lah ide membuat Kanal Banjir Jakarta (Kanal Banjir Barat dan Kanal Banjir Barat) terlaksana.

Hendrik van Breen merupakan orang yang vital dalam dunia pengairan. Selain turut berperan dalam renovasi Bendungan Katulampa dan Kanal Banjir Jakarta, ia sendiri merupakan guru besar teknik sipil bidang bangunan air di Technische Hoogeschool te Bandoeng yang kelak menjadi Institut Teknologi Bandung. Mungkin namanya tidak terlalu dikenal oleh generasi sekarang, namun ia adalah salah satu tokoh sejarah yang memiliki pengaruh di Indonesia terutama dalam urusan pengairan.