Judul buku  : Jakarta 1950 – 1970

Penulis       : Firman Lubis

Penerbit     : Masup Jakarta

Tahun        : 2018

Tebal Buku: 472 halaman

 

Firman Lubis menjelaskan cerita-cerita mengenai Jakarta melalui ingatan pribadi juga kenangan bersama masyarakat Jakarta kala itu.

Buku ini merupakan gabungan dari tiga buku yang telah terbit lebih dulu, yaitu Jakarta 1950-an: Kenangan Semasa Remaja (2008), Jakarta 1960-an: Kenangan Semasa Mahasiswa (2008), dan Jakarta 1970-an: Kenangan Sebagai Dosen (2010). Dapat dibilang, buku ini merupakan otobiografi dari seorang Firman Lubis.

Karena gabungan dari tiga buku, maka isi buku pun dibagi menjadi tiga bagian. Tiap-tiap bagian selalu diawali dengan prolog dan diakhiri dengan epilog. Ketiga bagiannya menceritakan masa hidup yang berbeda.

Bagian pertama, menceritakan kehidupan Firman Lubis semasa anak-anak hingga remaja dan keadaan Jakarta pada dekade 1950-an. Bagian kedua, mengisahkan masa-masa Firman Lubis menjadi mahasiswa dan kondisi Jakarta pada dasawarsa 1960-an. Bagian ketiga, menggambarkan pengalaman Firman Lubis ketika menjadi dosen dan macam-macam peristiwa penting di Jakarta pada periode 1970-an.

Pada bagian pertama, setelah prolog, bagian ini diawali dengan sedikit penjelasan mengenai diri Firman Lubis. Lalu dilanjutkan dengan cerita keadaan Jakarta pada 1950-an. Mulai dari unsur masyarakatnya, kehidupannya, lalu lintas, transportasi, tata kota, ruang publik, hingga lingkungannya. Setelah menceritakan keadaan Jakarta, Firman Lubis kembali melanjutkan cerita mengenai dirinya semasa sekolah di SMA Setiabudi (sekarang SMAN 3 Jakarta) serta kegiatan di luar sekolah.

Berlanjut pada bagian kedua. Setelah prolog, bagian ini diawali dengan kisah Jakarta beserta perubahannya pada masa Orde Lama. Kemudian dilanjutkan dengan kisah Firman Lubis berkuliah di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Tidak hanya berkisah seputar kampusnya saja. Firman Lubis juga turut berkisah tentang kehidupan mahasiswa di Jakarta hingga demo-demo mahasiswa yang marak terjadi di akhir kekuasaan Orde Lama.

Bagian terakhir, bagian ketiga. Setelah prolog, bagian ini diawali dengan gambaran kehidupan dan beberapa peristiwa penting di Jakarta pada 1970-an. Selain itu, Firman Lubis menggambarkan kehidupannya sebagai dosen, dokter, dan bekerja meneliti di pinggiran Jakarta. Sebelum ditutup epilog, terdapat uraian mengenai Orde Baru di akhir 1070-an.

Ingatan dan pengalaman yang bersifat subjektif amat tampak dalam buku ini. Ini membuat keakuratan informasi agak “diragukan”. Sehingga diperlukan rujukan lain sebagai pembanding untuk lebih mengetahui kondisi Jakarta di era itu. Namun demikian, sudut pandang yang ditampilkan dalam buku ini juga tidak biasa. Penjelasan dari Firman Lubis mengenai Jakarta dalam periode tiga dekade itu banyak menyasar kehidupan sehari-hari masyarakat Jakarta.

Sesuatu yang amat jarang ditemukan dalam buku yang menggambarkan suasana Jakarta. Dalam buku ini, turut ditampilkan foto-foto sezaman yang membuat para pembacanya bisa sambil mengkhayalkan kehidupan “Jakarta tempo dulu”. Tidak diragukan lagi apabila buku ini memberikan sumbangan besar yang memperkaya tuturan kisah seputar Jakarta.