Judul buku: Batavia: Kisah Kapten Woodes Rogers & Dr. Strehler
Penulis       : Frieda Amran
Penerbit     : Kompas
Tahun         : 2012

museumberjalan.id Buku ini merupakan kumpulan artikel milik Frieda Amran yang pernah dimuat dalam rubrik Wisata Kota Toea harian Warta Kota.

Sang penulis yang awam dalam bidang sejarah, menyadari bahwa banyak cerita menarik yang dilewatkan oleh sejarawan ketika ia berkesempatan mengolah bahan-bahan tertulis dalam Bahasa Belanda (kuno). Pada umumnya, cerita-cerita yang terlewat menurut penulis ialah seputar kehidupan sosial sehari-hari di Batavia.

Tulisan ini mencoba menceritakan perjalanan pelaut-pelaut pertama yang berlayar selama delapan bulan di laut lepas sebelum kapal mereka membuang sauh (jangkar) di perairan Sunda Kelapa.

Dibalik cerita yang dianggap sebagian orang ringan tersebut, penulis mendapat gambaran mengenai keseharian orang-orang Indonesia. Baginya, cerita kehidupan sosial sehari-hari orang Belanda, orang Indo-Belanda, dan orang Indonesia di Batavia tidak kalah pentingnya dengan isu penjajahan dan pemerintahan Hindia Belanda.

Baca Juga: Berapa Kali Kota Jakarta Berganti Nama?

Telah disebutkan sebelumnya bahwa tulisan ini akan membahas mengenai pelaut, tepatnya seorang pelaut bernama Kapten Woodes Rogers. Bukan lelaki Inggris biasa ataupun seorang kapten kapal biasa. Kapten Woodes Rogers merupakan seorang penulis buku harian yang rinci mengenai petualangannya memimpin armada kapal yang ditugaskan menyerang kapal-kapal Spanyol di Samudra Pasifik.

Kapten kapal yang satu ini memainkan peran utama dalam aksi-aksi penumpasan perompak laut di perairan Karibia, di sekitar Kepulauan Bahama, Jamaika, dan daerah-daerah lain di Amerika Tengah dan Selatan. Buku harian yang ia tulis menceritakan tentang armada-armada Spanyol yang sarat dengan emas dan perak dari Amerika Serikat.

Tidak hanya itu, peperangan seru antara armada-armada Spanyol, Inggris, Belanda, Perancis, serta serangan gencar terhadap para perompak juga dituliskannya. Ia juga bercerita mengenai perdagangan sutera dan rempah-remah dari Asia dan Nusantara, serta tentang perdagangan budak dari Afrika yang dipekerjakan di perkebunan gula di daerah Hindia Barat.

Tak hanya mengisahkan satu tokoh, buku ini juga membahas sosok dr. Strehler. Beliau merupakan seorang dokter berbangsa Jerman yang diterima bekerja sebagai tenaga medis di sebuah kapal Belanda yang bolak-balik berlayar ke Hindia Belanda.

Dalam pelayaran yang memakan waktu berbulan-bulan itu, dr. Strehler menulis buku harian yang kemudian diterbitkan sebagai buku berjudul Bijzonderheden wegens Batavia en deszelfs omstreken: uit het dagboek gedurende twee reizen derwaarts in 1828-2830 van Dr, Strehler (1833). Ceritanya itu diawali dengan mengulas makanan dan minuman yang dapat dinikmati selama perjalanan panjang tersebut.

Memperingati HUT DKI Jakarta ke-493 yang jatuh pada tanggal 22 Juni, buku ini sangat cocok dijadikan referensi bacaan untuk menemani liburan sekolah maupun bagi pekerja yang menjalankan WFH (Work From Home). Melalui buku ini, para pembaca diajak untuk membaca sejarah tanpa dibebani rasa membaca karya ilmiah kesejarahan.

Dengan membaca buku ini juga, secara tidak langsung kalian telah membantu meningkatkan kepedulian pada sejarah dan budaya di Batavia. Sekali lagi, Selamat Ulang Tahun Jakarta !