Selamat Tahun Baru Imlek!

Xin Nian Kuai Le! Gong Xi Fa Cai!

Pada tanggal 25 Januari 2020, atau kemarin, orang-orang beretnis Tionghoa di Indonesia merayakan tahun baru Imlek. Perayaan pergantian tahun yang didasarkan pada kalender tradisional Cina itu juga dirayakan di seluruh dunia. Baik itu di negeri Cina, maupun oleh warga keturunan Cina di negara mana pun mereka tinggal.

Istilah Imlek hanya ada di Indonesia. Imlek merupakan sebutan dalam bahasa Hokkian yang ditujukan untuk kalender tradisional Cina. Sehingga perayaan tahun baru kalender tersebut dinamakan pula tahun baru Imlek atau terkadang disebut Imlek saja.

“Kalau di Republik Rakyat Tiongkok, Malaysia, dan Singapura, mereka tidak kenal dengan kata Imlek. Meskipun banyak penduduk tiga negara tersebut adalah orang Hokkian dan Imlek adalah bahasa Hokkian,” ujar Hermina Sutami, Guru Besar Studi Cina Universitas Indonesia seperti yang dikutip dari kompas.com.

Di negeri Cina sendiri, perayaan tahun baru Cina tidaklah disebut Imlek. Begitu juga di negara-negara lain yang ada di muka bumi. Dalam bahasa Mandarin, perayaan tahun baru itu disebut sebagai 春节 dalam aksara Han sederhana atau 春節 dalam aksara Han tradisional.

Sumber Foto: AyoSemarang.com

Keduanya memiliki arti yang sama. Jika dialihaksarakan dalam pinyin, atau sistem bahasa Mandarin dalam huruf Latin, maka kata di atas menjadi Chūnjié. Sementara dalam bahasa Inggris biasanya disebut Chinese New Year. Sedangkan di Malaysia dinamakan sebagai Tahun Baru Cina.

Di daratan Cina, perayaan tahun baru Imlek umumnya tidak diikuti dengan rangka tahun. “Di sebagian Tiongkok sendiri, kalender Imlek tak dilengkapi dengan rangka tahun,” kata Agni Malagina, Sinolog Universitas Indonesia seperti yang dilansir dari detik.com. Begitu juga dengan kebanyakan warga keturunan Cina di belahan dunia lainnya.

Hal ini dikarenakan memang belum ditemukan bukti catatan mengenai persisnya penanggalan Imlek dimulai. Meski begitu, bangsa Cina memiliki jejak sejarah sistem kalender yang panjang. Dilansir dari medcom.id, sistem penanggalan telah dipakai ketika Kaisar Huang Di berkuasa, sekitar tahun 2698-2599 SM. Penanggalan ini terus berkembang dan dikembangkan oleh tiap kaisar atau dinasti yang sangat berkuasa.

Sementara itu, di Indonesia perayaan Imlek biasanya diikuti dengan rangka tahun. Pada tahun 2020, Imlek telah berusia ke 2571. Penanggalan kalender Imlek versi ini mengacu pada kelahiran Kong Hu Cu, tokoh penting dalam peradaban Cina, yaitu tahun 551 SM.

Berdasarkan kutipan dari asia-home.com, penanggalan Imlek dimulai ketika bulan baru, atau saat bulan tidak tampak di langit yang mengakhiri musim dingin. Kalender Imlek dibagi atas 4 musim, yakni semi, panas, gugur, dan dingin. Dari 4 musim dibagi lagi menjadi 24 perayaan yang ditandai dengan melihat posisi matahari atau bulan di langit. Misalnya, perayaan tahun baru ditandai dengan ditandai dengan bulan baru di langit dan perayaan naga pada hari kelima bulan 5 di kalender Imlek.

Penggunaan sistem tanggalan ini sudah digunakan dalam kurun ratusan tahun oleh masyarakat Cina. Hingga pada tahun 1949 ketika Republik Rakyat Cina didirikan oleh Mau Zedong, ia mengadopsi kalender Masehi untuk penanggalan yang baru dengan alasan mempermudah administrasi dan hubungan luar negeri.

Kalender Masehi yang dibuat berdasarkan pergerakan bumi terhadap matahari. Kalender Masehi berjalan dengan jumlah 365 ⅟₄ hari dalam satu tahun yang berjumlah 12 bulan. Sisa tersebut apabila dikumpulkan dalam empat tahun akan genap menjadi satu hari sehingga muncul tahun kabisat, yakni tahun ketika Februari berjumlah 29 hari.

Seperti yang dikutip dari timeanddate.com, kalender Imlek dibuat mengacu kepada pergerakan bulan terhadap bumi sehingga jumlah hari dalam satu tahun menjadi lebih singkat, yaitu sekitar 353-355 hari yang dibagi ke dalam 12 bulan.

Untuk mengatasi ketertinggalan jumlah hari terhadap kalender Masehi, tiap 3 tahun sekali ada 1 bulan tambahan. Ini membuat terdapat 13 bulan dalam tahun kabisat kalender Imlek. Tahun kabisat itu terdiri atas 383-385 hari.

Perayaan tahun baru Imlek memang dimulai pada tanggal satu bulan pertama. Perayaan tahun baru diakhiri begitu telah memasuki tanggal 15, atau saat bulan purnama. Akhir dari perayaan Imlek disebut sebagai Cap Go Meh.

Di Indonesia, Imlek dirayakan dengan kegiatan yang bermacam-macam. Ada yang mengadakan perjamuan makan, pesta kembang api, beribadah, berziarah, bersedekah, dan lain sebagainya. Perlu ditekankan apabila Imlek lebih merupakan perayaan tahun baru dalam kebudayaan Cina, bukan hari raya agama tertentu.