museumberjalan.id – Ketika membicarakan tentang satelit yang dimiliki Indonesia, sudah hampir pasti yang terpikirkan adalah satelit Palapa yang diluncurkan salah satu perusahaan telekomunikasi nasional. Namun, dapatkah kita membayangkan jika institusi perbankan meluncurkan satelit?

Satelit itu milik Bank Rakyat Indonesia (BRI), salah satu bank milik negara, dan bukan dari luar negeri. BRI merupakan bank pertama di dunia yang meluncurkan satelitnya sendiri, yang dinamakan BRISat.

Pada Sabtu, 18 Juni 2016, pukul 18.36 waktu Kourou, Guyana, atau sekitar Minggu dini hari waktu Indonesia, BRISat meluncur ke udara dengan roket Ariane 5 buatan Arianespace, Perancis. Satelit milik BRI tersebut pun sukses mengorbit dalam waktu 56 menit dan mengukuhkannya sebagai satelit milik bank pertama di dunia.

Selanjutnya, BRISat memulai perjalanan selama 10 hari untuk mencapai destinasi utama di orbit geostasioner di slot 150.5 E tepat berada di atas langit Papua dan siap melayani kebutuhan perbankan masyarakat Indonesia.

Dikutip dari Kompas, Direktur Utama BRI, Asmawi Syam mengatakan bahwa satelit ini diluncurkan dengan tujuan mulia untuk memberikan layanan jasa perbankan terbaik bagi rakyat Indonesia.

BRISat diluncurkan pada Sabtu, 18 Juni 2016, pukul 18.36 waktu Kourou, Guyana

Sejak 2013

Dilansir dari Republika, BRI sendiri mulai mengeksplorasi kemungkinan untuk memiliki dan mengoperasikan satelit sendiri sejak 2013. BRI menganggap, satelit merupakan teknologi terbaik yang dapat mempersatukan Indonesia. Sehingga, dengan karakter pelayanan sampai ke pelosok nusantara, mampu membuka akses layanan perbankan bagi semua kalangan.

Menurut Dahlan Iskan, dalam Catatan Dahlan Iskan: Patriotisme BRISat di Orbit Luar Angkasa (2014), pada 28 April 2014, Direktur Utama BRI Sofyan Basyir menandatangani kontrak pembelian satelit dari perusahaan Amerika Serikat (AS) Space System/Loral, LLC. Satelit tersebut akan diluncurkan perusahaan Prancis Arianespace dan melibatkan desain dan pengawasan dari tim BRIsat dan konsultan teknis.

Saat itu, Dahlan Iskan menceritakan bahwa Sofyan Basir mengatakan bahwa Indonesia sebagai negara kepulauan penting untuk memiliki satelit. Jika Indonesia seperti China atau India, jaringan kabel cukup karena negaranya sebagian besar daratan.

Oleh karena itu, bank perlu menggunakan satelit untuk komunikasi agar dapat menjangkau seluruh daerah di Indonesia yang berpulau-pulau yang membentang sepanjang 5.200km sari barat ke timur.

Menurut Dahlan yang ketika itu menjabat sebagai Menteri BUMN, meski sudah menjadi bank yang sangat besar, BRI harus terus berkembang. Sebab, besar untuk ukuran Indonesia belum besar untuk ukuran dunia. BRI sudah menjadi micro banking terbesar di dunia, sehingga sistemnya harus benar-benar kuat. Sistem teknologi informasinya harus benar-benar modern.

Kontrak dengan Arianespace

Penandatangan kontrak tersebut pun dihadiri oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meskipun tidak memberikan pidato sambutannya. Satelit tersebut direncanakan akan meluncur di Guiana Space Center, Europe’s Spaceport, Kourou, Guyana Prancis pada 2016.

Melalui satelit baru ini, BRI bertujuan untuk meningkatkan kinerja perusahaan, menghemat pengeluaran telekomunikasi hingga 50 persen. Untuk diketahui, saat itu BRI menggunakan 20-22 transponder dari 7-8 penyedia seperti Telkom, Indosat, dan Citra Sari Makmur.

Peluncuran satelit juga untuk memperluas kegiatan dan layanan ke seluruh pelosok Indonesia yang terbentang dari Sabang sampai Merauke. Pembangunan dan peluncuran BRISat menelan biaya sekitar USD 230 juta atau sekitar Rp2,5 triliun.

BRISat menjadi satelit kelima yang diluncurkan oleh Arianespace untuk operator di Indonesia. Menurut situsweb Arianespace, BRISat akan dibangun oleh Space Systems/Loral dan akan berbobot sekitar 3.500kg pada saat peluncuran.

Satelit dilengkapi dengan transponder C dan Ku-band dan menawarkan umur desain melebihi 15 tahun. Dari posisi orbitnya di 150,5° BT, BRISat akan memberikan layanan komunikasi yang sangat andal ke 11.000 cabang bank BRI di seluruh kepulauan Indonesia.

Arianespace Senior Vice-President and Sales & Customers, Jacques Breton, mengatakan bahwa pihaknya bangga telah bekerja sama dengan BRI dan merasa terhormat karena telah diberikan kepercayaan untuk meluncurkan satelit milik bank pertama di dunia. Peluncuran satelit ini juga semakin memperkuat kemitraan ruang angkasa luar biasa antara Indonesia dan Eropa.

Dilansir Republika, proses desain dan manufaktur satelit milik BRI tersebut hingga jadwal peluncuran berlangsung selama 25 bulan. BRISat didesain dengan kapasitas 45 transponder dan akan digunakan untuk layanan telekomunikasi perbankan dan juga ada sejumlah transponder yang akan dimanfaatkan oleh pemerintah.

BRISat dengan Roket Ariane 5 buatan Arianespace, Perancis

Sempat Ditunda

Peluncuran BRISat sempat ditunda dua kali dalam jadwal semestinya. Dikutip dari Beritasatu, peluncuran satelit yang menurut rencana awal pada 8 Juni 2016, ditunda akibat masalah teknis yang terjadi pada roket peluncuran. Saat itu, pihak Arianespace mngatakan bahwa keputusan peluncuran akan ditentukan dalam waktu dekat dan diperkirakan terjadi dalam lima hingga 10 hari ke depan.

Pihak Arianespace mengatakan, teknisi perusahaan menemukan anomali pada fluid connector antara crygenic stage dan launch table tepat sehari menjelang peluncuran. Kerusakan terjadi pada roket peluncur, sehingga satelit BRI dan Echostar XVII milik perusahaan AS yang direncanakan meluncur bersama, dalam keadaan baik.

BRISat kemudian kembali gagal mengorbit dari rencana kedua pada 17 Juni 2016. Dilansir dari CNN, alasan penundaan karena gangguan sistem elektrik umbilikal pada roket yang menghubungkan tempat satelit EchoStar XVIII dengan pusat pengendali peluncuran roket.

Kantor berita Antara melaporkan, BRIsat sedianya pada Sabtu dini hari ini akan dibawa ke orbit dengan nomor peluncuran VA 230 menggunakan roket peluncur Ariane 5 dari Bandar Antariksa Guyana di Kourou. Peluncuran pun akhirnya ditunda sehari menjadi 18 Juni 2016.

BRISat pun akhirnya meluncur dengan sempurna pada Sabtu, 18 Juni 2016, pukul 18.36 waktu Kourou, Guyana, atau sekitar Minggu dini hari waktu Indonesia. Selanjutnya, sejalan dengan perkembangan bisnis BRI dan kebutuhan jaringan yang meningkat, pada akhir tahun 2023 BRI berencana meluncurkan satelit HTS (High Throughput Satellite) untuk menambah kapasitas jaringan komunikasi melalui anak perusahaan BRI.

Sumber Foto: Antara